Jumat, 10 April 2009

Usia

Sebuah pulau

Memutih Di rambut malam

Keajaiban musim tanpa suara

Terpahat di keheningan

Langit tembaga

Keagungan hujan

Dengan sulur-sulur cahayanya

Tersimpan jauh di lautan

Arus besar tanpa riak

Gema tanpa sahutan

Mengendap

Di kedalaman

Waktu

Abad-abad angina

Tahun-tahun kabut

Malam-malam murni

Antara kelahiran

Dan kejatuhan

Kita telanjang

Menghuni pulau karang

Karya :Acep zamzam Noor

Jeruk, Pisang dan Kunyit Dapat Mencegah Leukimia

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa pemberian jeruk (orange) dan pisang (banana) secara rutin kepada bayi dapat mengurangi resiko leukemia (kanker darah) pada bayi. Hal yang sama juga untuk makanan yang mengandung kunyit (turmeric).

Demikian menurut seorang ilmuwan terkemuka. Anak-anak yang makan jeruk, jus jeruk dan pisang 4 sampai 6 kali dalam sepekan selama 2 tahun sejak bayi menunjukkan pengurangan resiko kanker itu. "Penelitian kami unik, dan kami telah menjelaskan akan manfaat jeruk dan pisang untuk mengurangi resiko kanker," kata Marylin Kwan, dari University of California, Berkely. Dia katakan,"Ada pengurangan resiko kanker sekitar 50%."

Hasil penelitian ini disampaikan dalam konferens internasional tentang anak dan leukimia di London baru-baru ini. Kwan dan kelompoknya melakukan penelitian pada 328anak berumur di bawah 15 tahun penderita leukimia. Masing-masing orang tua dari anak mengisi angket tentang pola makan anaknya pada 2 tahun pertama ketika bayi.

Pada dua penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa makan makanan daging seperti hotdog atau snack daging meningkatkan resiko tumor otak, dan sebagian kecil leukimia. Pisang dan jeruk dapat mencegah leukimia diperkirakan karena mengandung vitamin C yang merupakan antioksidan. Ini dapat mengurangi kerusakan DNA dan menghentikan proses tumbuhnya kanker. Pisang juga kaya akan kalium. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kalium dapat menstabilkan DNA dan mengurangi angka mutasi. Kunyit juga dilaporkan dapat mencegah kanker.(sumber newscientist)

Kontributor berita: Edy M, Berita Iptek

SYUKUR PENGUNDANG NIKMAT

Adalah kenyataan yang kita saksikan sehari-hari, ternyata kebahagiaan yang dirindukan bukanlah hal yang mudah didapat. Kita sering mendapati orang-orang yang pusing dan nelangsa karena tidak punya uang. Namun bersamaan dengan itu kita sering melihat orang yang menderita stres dan was-was justru menimpa orang-orang yang kelebihan uang. Ada pula yang merasa sempit dan sengsara karena dia adalah orang yang banyak hutang.

Begitu pun berkaitan dengan rupa, harta, kedudukan, kekuasaan, popularitas, gelar dan aksesoris duniawi lainnya yang ternyata sama sekali tidak menjamin akan ketentraman, kenikmatan, dan kebahagiaan. Apakah sebabnya?

Andaikata diambil sebuah perumpamaan, bayangkan sebuah remari kaca penuh dengan makanan lezat tapi terkunci rapat, manakah yang lebih dahulu dipikirkan? Isi lemari atau kunci lemari?

Siapapun yang normal cara berpikirnya akan berupaya mencari kuncinya lebih dahulu. Karena mati-matian ingin menikmati isi lemari, tapi kalau tidak punya kuncinya sama dengan menyiksa diri, membuat penderitaan tiada akhir, didera keinginan yang tidak akan tercapai. Ketahuilah bahwa kenyataan hidup pun tidak jauh berbeda dengan perumpamaan diatas. Sehebat apapun keinginan menikmati hidup bila tidak mengetahui kuncinya maka tatkala kebahagiaan hanya akan ada dalam angan-angan saja. Kalaupun merasa mendapat kebahagiaan, sesungguhnya hanyalah semu belaka atau bagai mengejar bayang-bayang,tidak akan pernah terkejar.

Sayang, sebagian besar orang lebih sibuk memikirkan isi lemari daripada sibuk mengetahui dan menguasai kuncinya. Itulah sebabnya hidup ini menjadi sulit untuk bahagia, selalu menjadi perpindahan dari was-was, takut, cemas, gelisah, bingung, tegang, pening, dan sebagainya.

Kunci pembuka nikmat ini bernama syukur. Artinya siapapun yang tidak tahu cara mensyukuri nikmat dengan benar,maka tipislah harapan dapat menikmati hidup ini dengan benar pula.

Memiliki kemampuan bersyukur berarti pula akan dapat mengikat nikmat yang ada, serta mengundang nikmat yang lebih besar yang belum ada. Dengan demikian, wajib bagi siapapun yang merindukan hidup bahagia harus mengenal kunci bersyukur.

Sumber :Buku Syukur Pengundang Nikmat

Karangan:KH.Abdullah Gymnastiar